Sesuai hasil pendataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bone tercatat jumlah angka putus sekolah di Kabupaten Bone per nopember 2022 sebanyak 16.619 anak (sumber: LPP Bone). Data tersebut menjadi salah satu alasan yang paling mendasar sehingga LPP Bone fokus untuk melibatkan ATS (Anak Tidak Sekolah) sebagai peserta lingkar remaja, dengan meng gandeng PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebagai pelaksana aktivitas lingkar remaja yang mana diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya mengembalikan anak tidak sekolah kembali bersekolah. Menjadikan PKBM sebagai pilihan mitra dalam pelaksa naan lingkar remaja bukan tanpa alasan, dengan ketersediaan sumber daya manusia (tutor) yang berpengalaman lebih memudahkan proses rekrutmen dan pelatihan fasilitator lingkar remaja. Di sisi lain PKBM juga saat ini menjadi salah satu alternatif untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke sekolah. Untuk kembali ke sekolah formal memiliki tantangan yang sangat kompleks khususnya tantangan dari sisi ATS-nya sendiri terkait rasa percaya diri dan upaya menyesuaikan diri dengan kelompok dan lingkungannya, belum lagi persoalan formalitas lainnya yang biasanya akan menjadi alasan bagi anak dan orangtuanya untuk memutuskan tidak sekolah, sementara di PKBM begitu fleksibel perihal waktu, biaya, dan model belajar. Kelebihan yang satu inilah yang umumnya menjadi salah satu alasan terbesar kenapa banyak anak dan orangtua ATS memilih pendidikan di PKBM