MENGENAL TRADISI 15 RAMADHAN MASYARAKAT ITTERUNG

📅 09 March 2026
MENGENAL TRADISI 15 RAMADHAN MASYARAKAT ITTERUNG

Bulan Ramadhan disebut sebagai bulan umat Islam karena bulan Ramadhan hanya diberikan kepada umat Islam. Di dalamnya banyak sekali keutamaan yang bisa diraih khusus oleh umat Islam. Di bulan Ramadhan juga turun rahmat, ampunan dan dilipatgandakan pahala amal ibadah umat Islam.

Berbagai kelebihan Ramadhan itu maka umat islam bergembira atas kehadiran bulan tersebut.  Kehadirannya dianggap sebagai tamu yang hadir satu kali satu tahun. Di Indonesia, umat islam berbagai tradisi dilakukan baik menyambut bulan Ramadhan, dipertengahan bulan bahkan tradisi di akhir Ramadhan.  Tradisi Ramadhan menjadi momen penting bagi umat islam dalam rangka meningkatkan nilai spiritual maupun sosial, tak terkecuali masyarakat Desa Itterung .


Salah satu tradisi unik yang syarat dengan makna kebersamaan dan nilai budaya adalah tradisi lima belas ramadhan.  Tradsi tersebut merupakan bentuk syukur yang menandai separuh akhir Ramadhan. Tradsi ini memberi warna tersendiri dalam kehidupan masyarakat dan dilakukan secara rutin setiap tahun sehingga menjadi sebuah tradisi turun temurun sejak lama.

Di masjid Jami Anwar tradsi lima belas ramdhan dilakukan dengan bentuk buka puasa bersama di masjid.  Bentuk tradisi itu masing-masing masyarakat membawa makanan ke masjid sesuai kemampuan kemudian dimakan bersama saat berbuka. Hal yang sedikit berbeda di masjid Istiqomah Cilellang, masyarakat  makanan namun waktu makan bersama dilakukan setelah shalat tarwih.  Yang unik dalam tradisi ini adalah makanan yang dibawa masyarakat adalah makanan tradsional khas bugis yang biasa hadir di perayaan lebaran seperti  burasa dan ayam nasu likku.

Budaya lokal ini sebagai tradisi yang memperkaya ritual keagamaan yang patut dilestarikan karena di dalamnya sarat akan nilai-nilai kebersamaan, sosial, budaya dan silaturahmi.