Masyarakat Itterung patut bersyukur dan
bangga karena ada putra yang berani ambil bagian event tingkat kabupaten dalam Pemilihan
Putra Putri Kabupaten Bone 2025. Sebuah ajang
tidak sekadar mencari
wajah-wajah yang mempesona, tetapi juga harus mampu menunjukkan potensi dan
bakat seta ilmu pengetahuan akan peran pemuda dalam pembangunan Kabupaten Bone
pada khususnya dan pembangunan Indonesi pada umumnya dalam hal seni budaya. Anak
yang dimaksud tersebut adalah Muhammad Arham. Dia lahir di
Itterung pada tanggal 4 Agustus 2008 dari Pasangan Bripka Aras dan Jumiati
Darwis, S.Pd.Â
Arham sapaan akrabnya adalah siswa kelas
2 Pasantren Al Ikhlas Ujung Bone, untuk event ini tampil mewakili
sekolahnya. Awalnya hanya ingin
berpartispasi tanpa target juara dia hanya  menguji mental dan mencoba mengasah
bakatnya. Tampil tanpa beban sukses
melewati masa karantina yang berlangsung dari tanggal 3 April 2025 Â lalu
dilanjutkan grand final di Aula SMKN 7 Bone, Minggu - Senin (6-7 April 2025).
Pemilihan Putra Putri Kabupaten Bone merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Putra Putri Kabupaten Bone dimana di tahun 2025 mengambil tema menginspirasi dan berinovasi. Pemilihan ini diikuti oleh 18 finalis terdiri dari sembilan putra dan sembilan putri yang melaju ke babak grand final. Pada babak grand final, Muhammad Arham dengan peserta 03 mampu percaya diri melewati tahapan-tahapan penilaian dan berhasil menyisihkan saingannya untuk masuk dalam kelompok 6 besar selanjutnya masuk 3 besar dan akhirnya diumumkan menjadi juara 2 Putra.
Arham yang kini
berusia 17 tahun tidak bisa menyembunyikan  perasaannya memenangkan pemilihan ini, “saya sangat
bangga sekali karena awalnya tidak punya target namun diluar dugaan saya bisa tampil
percaya diri melawan rasa gugup saya dalam menjawab pertanyaan dan tantangan
dewan juri sehingga saya berani melangkah lebih jauh mengikuti ajang yang tepat
untuk mencurahkan bakat dan minat saya.Â
Ini juga tidak lepas dari doa ibu saya yang sudah mendukung penuh
mengikuti acara ini. Â
Harapan saya ke depannya, semoga ini menjadi
langka awal saya untuk bisa berperan yang lebih besar dalam pembangunan
Kabupaten Bone, khususnya terkait budaya, adat, dan tradisi yang ada di
Kabupaten Bone.